Profil Kento Momota : Pebulu Tangkis Kebangsaan Jepang Peringkat 1 BWF



Kento Momota sudah tidak asing bagi penggemar olahraga bulu tangkis, meski ada beberapa kisah lain yang mungkin tidak banyak orang ketahui. Atlet kebangsaan Jepang tersebut menapaki peringkat pertama dalam tunggal putra BWF world ranking dengan poin 109118 pada usia 27 tahun dan perjalanan karier yang berliku. 

Gerakan-gerakan eksplosif andalan Momota ditambah gaya bermain yang tidak terduga mampu membuat lawan tak bisa berkutik. Pebulu tangkis kelahiran Kagawa, 1 September 1994 itu telah menunjukkan minatnya pada bulu tangkis sejak sekolah. 

Kento memenangkan gelar bulu tangkis pertamanya di Kejuaraan Sekolah Dasar Jepang saat kelas 2 SD. Saat kelas 6 SD, meraih juara  dalam kategori tunggal putra turnamen. Kento kemudian melanjutkan karier bulutangkisnya di tingkat profesional dengan bergabung dengan timnas Jepang. 

Prestasi internasional pertama diraih pada 2011 ketika ia memenangkan medali perunggu pada sektor tunggal putra, di Asian Junior Badminton Championships di Lucknow.  Di tahun yang sama, Kento Momota juga meraih medali Perunggu di World Junior Badminton Championships yang digelar di Taipei, Taiwan.

Pada 2012, Kento menjadi pemenang dalam Asian Junior Championship dan World Junior Championship pada  sektor tunggal putra. Tahun berikutnya 2013, Kento Momota memenangkan tiga gelar juara sekaligus di Estonian Open, Swedish Masters, dan Austrian International.

Kento Momota juga merupakan salah satu atlet bulu tangkis jepang yang berhasil merebut Piala Thomas 2014. Kala itu Jepang berhasil mengalahkan Malaysia dengan score 3 - 2 dan membawa pulang Piala Thomas untuk pertama kalinya.

Di 2015 momota kembali berjuang bersama Jepang dalam Piala Sudirman. Di tahun itu Jepang gagal membawa pulang piala Sudirman karena harus bertepuk lutut dengan China pada babak final dengan perolehan 0 - 3.

Malaysia Super Series Premier 2016 menjadi laga terakhir Kento Momota hingga 2018. Langkah Momota terhenti di second round oleh pebulu tangkis asal India, Rajiv Ouseph. Sepulangnya dari Malaysia, Momota kedapatan melakukan judi ilegal hingga namanya dicoret dari daftar timnas Jepang.

Momota kembali bertanding pada babak kualifikasi Piala Thomas - Uber 2018. Rencananya kompetisi Piala Thomas dan Uber cup sendiri akan dilaksanakan di Alor Setar, Kedah, Malaysia, 6-11 Februari 2018. Tetapi di tahun yang sama Momota diduga memiliki hubungan dengan pebulu tangkis wanita Yuki Fukushima. 

Hal itu bermula  saat organisasi anti Doping Jepang (JADA) berniat melakukan test secara tiba-tiba, Fukushima yang tidak ada di kamarnya ditemukan di kamera CCTV keluar dari kamar Kento Momoto. Meski begitu hal tersebut tidak menurunkan semangat Momota untuk membawa pulang prestasi. 

Dia berhasil mengantongi gelar juara dunia pada sektor tunggal putra pada tahun 2018. di tahun yang sama Kento Momota juga meraih medali Perunggu dalam cabang tunggal putra Asian Games 2018 dan menjadi juara Bulu tangkis Asia.

Tahun 2019 merupakan tahun kedua Kento Momota membawa pulang gelar juara dunia bulu tangkis pada sektor tunggal putra untuk Jepang. Sayangnya pada tahun ini Momota tidak berhasil membawa pulang medali Olimpiade.

Pada Denmark Open 2021, momota harus menerima kekalahan pada final saat melawan Viktor Axelsen. Momota kalah dengan perolehan 1 - 2 saat melawan Axelsen tetapi Jepang memborong tiga gelar sekaligus dalam Tunggal putri, ganda putra, serta ganda campuran.



Artikel ini juga dimuat dengan judul : 

Profil Kento Momota Pebulu Tangkis Terbaik Tunggal Putra Yang Pernah Terlibat Judi Ilega

https://www.sportstars.id/amp/profil-kento-momota-pebulu-tangkis-terbaik-tunggal-putra-yang-pernah-terlibat-judi-ilegal-9Pf23N?page=2



Komentar

Postingan Populer