Sejarah Penamaan Kota Surakarta


Terdapat lebih dari satu nama untuk kota dengan luas 44,02 meter persegi di tengah provinsi jawa tengah, kota Surakarta. Tercatat dalam peta sebagai Kota Surakarta, sebagian besar orang justru menyebutnya Kota Solo. Kota itu memang terbelah dengan aliran Sungai Bengawan Solo, tetapi asal mula penamaan kota tidak berasal dari sana. 


Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Warto menerangkan jika di masa lampau, geger pecinan terjadi akibat dari pemberontakan pada tahun 1740. Hal itu berhasil memporak-porandakan Keraton Kartasura yang merupakan Kerajaan Mataram Islam. Mulanya kerajaan tersebut didirikan di Kotagede, Yogyakarta.

Keraton Kartasura berhasil direbut kembali, tetapi Pakubuwana II yang berkuasa saat itu menganggap keraton sudah kehilangan 'kesuciannya'. Ia kemudian berinisiatif memindahkannya ke lokasi yang baru sekaligus merubah nama kerajaan agar bernasip baik.


Keraton Surakarta
keraton surakarta

Dipilih sebuah Desa 'perdikan' yang dibelah oleh sebuah sungai bernama Desa Sala. Dahulu, desa ini dipimpin oleh seorang kiai bernama Ki Gede Sala atau biasa disebut juga Kiai Sala.
Kiai Sala bertugas untuk mengatur perpajakan pelabuhan yang bersumber pada sungai tersebut. Karena itu, sungai yang awalnya bernama Bengawan Beton lebih dikenal dengan nama Bengawan Sala.

Prof. Warto menjelaskan, Mataram Islam resmi berpindah dari Keraton Kartosuro ke Keraton Surakarta pada tahun 1745. Bangsa Belanda memiliki peran penting dalam pengangkatan Raja Mataram Islam sehingga sering menyinggahi wilayah kerajaan Surakarta. Penyebutan nama Sala yang semula menggunakan huruf 'a' berubah menjadi 'o'. Sehingga pelafalannya berubah menjadi Solo.

Seiring perjalanan waktu, Surakarta yang merupakan nama dari sebuah keraton ditetapkan menjadi nama resmi kota administratif. Sehingga untuk nama resmi, penulisan yang benar adalah Kota Surakarta. Sedangkan, nama Solo atau Sala adalah penyebutan populer atau yang umum digunakan di masyarakat.



Penulis: Rania Adyanti - Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

Komentar

  1. Makanya dinamain Universitas Negeri Surakarta

    BalasHapus
  2. Jadi pengen main2 lagi ke Surakarta

    BalasHapus
  3. kirain solo sama surakarta beda, ternyata sama tohπŸ—Ώ thx fyi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi makin melek pengetahuan umum kek gini ya ;)

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. wah cocok banget nih ke Surakarta pas liburan semester

    BalasHapus
  6. Wih keren banget jadi tau sejarahnya kota surakarta atau solo

    BalasHapus
  7. Sangat informatif dan detail sekali, mantap

    BalasHapus
  8. Kerenn sangat bermanfaat

    BalasHapus
  9. Keren, informatif banget isinya, jadi pengen maen kesana

    BalasHapus
  10. Wihh baru tau dl namanya tuh sungai Bengawan Sala ya bukan Solo, tq bgtt kontennya informatif bgt

    BalasHapus
  11. Terima kasih informasinya ��

    BalasHapus
  12. I'm so grateful for your information about this history

    BalasHapus
  13. Terima kasih banyak atas infonya kak, enak dibaca dan mudah dimengerti πŸ‘πŸΌ

    BalasHapus
  14. wahhhh keren bgttt aseli, ilmunya bermanfaat bgt. terimakasih yak.

    BalasHapus
  15. Masyaallah.., bacaan yg keren nih...jadi tahu 😁

    BalasHapus
  16. Wih keren sejarah kota Surakarta

    BalasHapus
  17. Keren sekali jdi pengen ke Surakarta

    BalasHapus
  18. wah sangat informatif πŸ‘

    BalasHapus
  19. Wah keren jadi bisa tau sejarah tentang Surakarta. jadi pengen deh ke Surakarta, semoga ada kesempatan buat kesana

    BalasHapus
  20. Kereenn, jadi dapat pengetahuan baruuu

    BalasHapus
  21. Tetap semangat maju ,Bermanfaat bagi yang lain & dan bisa menjadi inspirasi bagi yang lain .

    BalasHapus
  22. Waaww this historical topic is very interesting. Now I have new knowledge abt one country in Indonesia. Good Job

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer